MODEL PEMBELAJARAN DALAM MEDIA ELEKTRONIK
Pembelajaran merupakan suatu kegiatan melaksanakan kurikulum suatu lembaga pendidikan agar dapat mempengaruhi para siswa mencapai tujuan pendidikan yang telah
ditetapkan. Tujuan pendidikan pada dasarnya
mengantarkan para siswa menuju pada perubahan-perubahan tingkah laku baik
intelektual, moral, maupun sosial anak agar dapat
hidup mandiri sebagai individu dan mahluk sosial.
Dalam mencapai tujuan tersebut siswa
berinteraksi dengan lingkungan belajar yang diatur
guru melalui proses pembelajaran. Lingkungan belajar yang diatur oleh guru
mencakup tujuan pembelajaran, bahan pembelajaran, metodologi pembelajaran, dan
penilaian pembelajaran. Secara khusus terkait metodologi pembelajaran, aspek
ini terkait dengan dua hal yang saling menonjol yaitu metode dan media
pembelajaran. Media memiliki kedudukan yang sangat penting dalam mencapai
tujuan pembelajaran secara efektif. Media dalam proses pembelajaran dapat
mempertinggiproses belajar siswa dalam pembelajaran yang pada gilirannya
diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya. Berbagai
penelitian yang dilakukan terhadap penggunaan media dalam pembelajaran sampai
pada kesimpulan, bahwa proses dan hasil belajar pada siswa menunjukkan
perbedaan yang signifikan antara pembelajaran tanpa media dengan pembelajaran
menggunakan media. Oleh karena itu penggunaan media pembelajaran sangat
dianjurkan untuk mempertinggi kualitas pembelajaran.
1.Media Visual
Media visual adalah media yang hanya
dapat dilihat. Jenis media visual ini nampaknya yang paling sering digunakan
oleh guru pada lembagapendidikan anak usia dini untuk membantu menyampaikan isi
dari tema pendidikan yang sedang dipelajari. Media visual terdiri atas media
yang dapat diproyeksikan (projected visual)dan media yang tidak dapat
diproyeksikan (non-projected visual).
Media visual yang diproyeksikan pada
dasarnya merupakan media yang menggunakan alat proyeksi (disebut proyektor) di
mana gambar atau tulisan akan nampak pada layar (screen). Media proyeksi ini
bisa berbentuk media proyeksi diam misalnya gambar diam
(still pictures) dan proyeksi gerak misalnya gambar
bergerak (motion pictures). Alat proyeksi tersebut membutuhkan aliran listrik dan
membutuhkan ruangan tertentu yang cukup memadai.
Jenis-jenis alat proyeksi yang biasa
digunakan untuk menyampaikan pesan pendidikan untuk anak usia dini antaranya:
OHP (overhead projection) dan slaid suara (soundslide). Pada lembaga PAUD yang
ada di daerah perkotaan yang memiliki kemampuan untuk mengadakan alat proyeksi
ini tentu sangat menguntungkan sebab pembelajaran bisa ditata lebih menarik
perhatian dibandingkan dengan media yang tidak diproyeksikan. Namun pada
umumnya lembaga PAUD di daerah-daerah tertentu, terutama di pedesaan, belum
memungkinkan untuk mengadakan media proyeksi ini sebab masih dianggap sangat mahal
harganya. Di samping itu diperlukan juga kemampuan-kemampuan khusus yang memadai
dari para guru untuk menggunakan dan memelihara alat proyeksi tersebut. Media
visual yang tidak diproyeksikan terdiri atas media gambar diam/mati, media
grafis, media model, dan media realia.
a. Gambar diam
atau gambar mati adalah gambar-gambar yang disajikan secara fotografik atau
seperti fotografik, misalnya gambar tentang manusia, binatang, tempat, atau
objek lainnya yang ada kaitannya dengan bahan/isi tema yang diajarkan. Gambar
diam ini ada yang sifatnya tunggal ada juga yang berseri yaitu berupa
sekumpulan VISUAL MEDIA AUDIO AUDIO- VISUAL, gambar diam
yang saling berhubungan satu dengan lainnya. Keuntungan yang bisa diperoleh
dengan menggunakan media gambar diam ini, diantaranya (1) media ini dapat
menerjemahkan ide/gagasan yang sifatnya abstrak menjadi lebih konkrit, (2)
banyak tersedia dalam buku-buku, majalah, surat kabar, kalender, dsb. (3) mudah
menggunakannya dan tidak memerlukan peralatan lain,(4) tidak mahal, bahkan
mungkin tanpa mengeluarkan biaya untuk pengadaannya, (5) dapat digunakan pada
setiap tahap kegiatan pendidikan dan semua tema. Ada beberapa kelemahan dari
media ini yaitu terkadang ukuran gambar terlalu kecil jika digunakan pada kelas
besar. Gambar diam juga merupakan media dua dimensi dan tidak bisa menimbulkan
gerak.
b. Media grafis
adalah media pandang dua dimensi (bukan fotografik) yang dirancang secara
khusus untuk mengkomunikasikan pesan-pesan pendidikan. Unsur-unsur yang
terdapat dalam media grafis ini adalah gambar dan tulisan. Media ini dapat
digunakan untuk mengungkapkan fakta atau gagasan melalui penggunaan kata-kata,
angka serta bentuk simbol (lambang). Bila Anda akan menggunakanmedia grafis ini
Anda harus memahami dan mengerti arti simbol-simbolnya, sehingga media ini akan
lebih efektif untuk menyajikan isi tema kepada anak. Karakteristik media ini
yaitu sederhana, dapat menarik perhatian, murah dan mudah disimpan dan dibawa.
Jenis-jenis media grafis ini diantaranya: grafik, bagan, diagram, poster,
kartun, dan komik.
c. Media model
adalah media tiga dimensi yang sering digunakan dalam kegiatan pendidikan untuk
anak usia dini, media ini merupakan tiruan dari beberapa objek nyata, seperti
objek yang terlalu besar, objek yangterlalu jauh, objek yang terlalu kecil,
objek yang terlalu mahal, objek yang jarang ditemukan, atau objek yang terlalu
rumit untuk dibawa ke dalam kelas dan sulit dipelajari wujud aslinya. Jenis-jenis
media model diantaranya: model padat (solid model), model penampang (cutaway
model), model susun (build-up model), model kerja (working model), mock-up dan
diorama. Masing-masing jenis model tersebut ukurannya mungkin persis sama,
mungkin juga lebih kecil atau lebih besar dengan objek sesungguhnya.
d. Media realia
merupakan alat bantu visual dalam pendidikan yang berfungsi memberikan
pengalaman langsung (direct experience)kepada anak. Realia ini merupakan model
dan objek nyata dari suatu benda, seperti mata uang, tumbuhan, binatang, dsb.
2. Media Audio
Media audio adalah media yang mengandung pesan dalam
bentuk auditif (hanya dapat didengar) yang dapat merangsang pikiran, perasaan,
perhatian, dan kemauan anak untuk
mempelajari isi tema. Contoh media audio yaitu program
kaset suara dan program radio.
Penggunaan media audio dalam kegiatan pendidikan untuk
anak usia dini pada umumnya
untuk melatih keterampilan yang berhubungan dengan
aspek-aspek keterampilan
mendengarkan. Dari sifatnya yang auditif, media
inimengandung kelemahan yang harus
diatasi dengan cara memanfaatkan media lainnya.
Terdapat beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan apabila Anda akan menggunakan media audio untuk anak usia dini yaitu:
1. Media ini hanya akan mampu melayani secara baik mereka yang sudah memiliki kemampuan dalam berpikir abstrak. Sedangkan kita mengetahui bahwa anak usia dini masih berpikir konkrit, oleh karena itu penggunaan media audio bagi anak usia dini perlu dilakukan berbagai modifikasi disesuaikan dengan kemampuan anak.
2. Media ini memerlukan pemusatan perhatian yang lebih tinggi dibanding media lainnya, oleh karena itu jika akan menggunakan media audio untuk anak usia dini dibutuhkan teknik-teknik tertentu yang sesuai dengan kemampuan anak.
3. Karena sifatnya yang auditif, jika Anda ingin memperoleh hasil belajar yang yang dicapai anak lebih optimal, diperlukan juga pengalaman-pengalaman secara visual. Kontrol belajar bisa dilakukan melalui penguasaan perbendaharaan kata-kata, bahasa, dan susunan kalimat.
Terdapat beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan apabila Anda akan menggunakan media audio untuk anak usia dini yaitu:
1. Media ini hanya akan mampu melayani secara baik mereka yang sudah memiliki kemampuan dalam berpikir abstrak. Sedangkan kita mengetahui bahwa anak usia dini masih berpikir konkrit, oleh karena itu penggunaan media audio bagi anak usia dini perlu dilakukan berbagai modifikasi disesuaikan dengan kemampuan anak.
2. Media ini memerlukan pemusatan perhatian yang lebih tinggi dibanding media lainnya, oleh karena itu jika akan menggunakan media audio untuk anak usia dini dibutuhkan teknik-teknik tertentu yang sesuai dengan kemampuan anak.
3. Karena sifatnya yang auditif, jika Anda ingin memperoleh hasil belajar yang yang dicapai anak lebih optimal, diperlukan juga pengalaman-pengalaman secara visual. Kontrol belajar bisa dilakukan melalui penguasaan perbendaharaan kata-kata, bahasa, dan susunan kalimat.
3. Media Audio-Visual
Sesuai dengan namanya, media ini merupakan kombinasi
dari media audio dan media visual atau biasa disebut media pandang-dengar.
Dengan menggunakan media audio-visual ini maka penyajian isi tema kepada anak
akan semakin lengkap dan optimal. Selain itu media ini dalam batas-batas
tertentu dapat juga menggantikan peran dan tugas guru. Dalam hal ini guru tidak
selalu berperan sebagai penyampai materi, karena penyajian materi bisa diganti
oleh media. Peran guru bisa beralih menjadi fasilitator belajar yaitu
memberikan kemudahan bagi anak untuk belajar. Contoh dari media audio visual
ini di antaranya program televisi/video pendidikan/instruksional, program slide
suara, dsb.
Bagus..:-)
BalasHapusmenambah wawasan..
postinganya sangat bermanfaat dan menambah pengethuan baru . . .
BalasHapusiya terima kasih :)
BalasHapus